Minggu, 10 Juli 2011

karya seni dari ban bekas

ban bekas ??? jadi karya seni?? apa mungkin..



mungkian kalian terheran heran tapi lihat gambar di bawah ini























gimana ada yang berminat buat memekai ban bekas menjadi kerajinan tangan anda hehe
dapat penghasilan lebih low..
awas tw benteng mau nyruduk wkwkwk

Sabtu, 09 Juli 2011

Dongeng Bukan Hanya untuk Anak Kecil: Rahasia di Balik Kisah Itik Buruk Rupa

Bebek Si buruk rupa
Bebek Si buruk rupa
Banyak orang yang beranggapan bahwa dongeng atau padanannya cuma pantas dibacakan untuk anak kecil sebagai pengantar tidur atau hiburan semata. Misalnya, kisah Itik Buruk Rupa. Kisah yang diambil dari buku Hans Christian Andersen ini menceritakan seekor anak itik yang terlahir cacat. Warna bulunya kelabu dan ia begitu rakus. Atas keadaannya yang berbeda dari kebanyakan inilah anak itik ini dijuluki Si Buruk Rupa dan dijauhi saudara-saudaranya.
Putus asa dengan keterasingan, Si Buruk Rupa mengembara kemana-mana. Sepanjang perjalanan entah berapa kali ia dihina karena keanehannya. Waktu berlalu hingga suatu hari ia melihat sekawanan angsa terbang melintas langit. Saat itu, Si Buruk Rupa tengah berada di danau dalam keadaan sendiri yang menyedihkan. Melihat kawanan angsa itu, timbul keinginan Si Buruk Rupa untuk menjadi seperti mereka.
Ajaib, beberapa waktu kemudian, Si Buruk Rupa akhirnya benar-benar mampu terbang. Bahkan, ia kemudian menyadari bahwa semua keanehannya; hal-hal yang membuat ia tersingkir dari sesama itik; bukanlah keanehan. Sejak awal, Si Buruk Rupa memang bukan itik. Ia adalah angsa! Kebetulan saja saat ia menjadi telur, ia dierami oleh induk itik sehingga menetas di tempat yang salah. Setelah menyadari keadaan yang sebenarnya, Si Buruk Rupa menjelma menjadi angsa tercantik yang pernah ada.

Pesan Moral

Kebanyakan orang akan beranggapan bahwa kisah Itik Buruk Rupa hanya mengajarkan pesan moral. Mungkin kita akan berkata, seseorang mesti berjuang keras dalam hidup demi mencapai cita-cita. Kita juga bisa berpendapat, ternyata menjadi sesuatu yang berbeda dari kebanyakan orang bukanlah sebuah masalah besar. Orang yang akan menjadi “sesuatu” memang mesti menempuh perjalanan yang lebih berat daripada orang lain.
Namun, kita mungkin akan terkejut jika menyadari satu hal. Ternyata, Hans Christian Andersen dari Denmark, sang penulis kisah Itik Buruk Rupa hanya mengadaptasi sebuah cerita lain. Cerita yang dimaksud adalah sebuah kisah dari sekumpulan kisah “rahasia” dalam Masnawi karya Jalaluddin ar-Rumi. Yang lebih mengejutkan, pesan dalam Masnawi yang mengisahkan Itik Buruk Rupa, sama sekali berbeda dari pesan yang selama ini kita pikirkan.

Pesan Rahasia

Dalam cerita aslinya, Itik Buruk Rupa melambangkan (ruh) manusia. Seperti Itik Buruk Rupa yang ditetaskan induk itik yang sebenarnya bukan induknya, demikian pula manusia. Ruh kita “ditetaskan” di dunia yang sama sekali bukan tempat kita sesungguhnya. Kita menjalani hidup di dunia hanya sementara; hingga kita mampu mengenali bahwa kita adalah “angsa” atau ruh. Maka, jangan sampai kita justru beranggapan bahwa kita adalah “itik” yang akan tinggal selamanya di dunia.
Selama di dunia, kita memang “dijebak” dalam tubuh. Namun, bukan berarti tubuh adalah kendaraan abadi. Ketika tiba masa kematian, ruh yang sifatnya lebih abadi, akan meninggalkan tubuh menuju Akhirat, tempat tinggal yang sesungguhnya.
Sama seperti Itik Buruk Rupa, kita mesti merasakan sendiri pencerahan untuk menjadi “angsa”. Saat hal itu terjadi, kita mungkin akan merasakan derita mesti berpisah dengan kesenangan-kesenangan duniawi. Namun, derita tersebut memang harus diterima demi kebahagiaan yang lebih hakiki.
Kisah Itik Buruk Rupa hanyalah satu dari sekian dongeng pengantar tidur yang sebenarnya memiliki muatan rahasia yang begitu berharga. Pada masa lalu, dongeng-dongeng tersebut diciptakan untuk membantu manusia mencapai kesadaran tentang keberadaan Sang Yang Satu (atau Tuhan). Akan sangat menyedihkan jika saat ini kita justru menganggap sepele dongeng-dongeng semacam ini; bahkan menyebutnya hanya sebagai bacaan anak-anak.
Fitra Firdaus Aden
(penulis buku Dahsyatnya Doa Ibu [Pustaka Radhiya, 2011])

Peradaban Masa Lalu: Alien, Kecanggihan Manusia, Spiritualitas?

Berada di padang pasir Nazca yang terkenal dengan garis Nazca-nya tentu membuat siapa pun tercengang. Bagaimana tidak? Di hamparan pepasir yang sedemikian luas, terdapat berbagai pola gambar berukuran raksasa. Mulai dari kera, burung kolibri, hingga makhluk aneh yang mungkin bisa diidentifikasi sebagai alien. Siapa yang membuat gambar-gambar ini?

Garis Nazca dan Alien

Garis Nazca dan Alien
Garis Nazca dan Alien
Erich von Daniken, seorang ahli pseudosains, menyampaikan hipotesis yang pasti dicerca oleh orang-orang skeptis. Menurutnya, pola gambar berukuran raksasa tersebut merupakan semacam landasan pesawat alien. Banyaknya ragam gambar menunjukkan bahwa setiap gambar diperuntukkan untuk model pesawat alien tertentu.
Erich von Daniken memperkuat hipotesisnya dengan menunjukkan bahwa satu-satunya cara melihat pola gambar ukuran raksasa tersebut adalah dengan berada dalam ketinggian tertentu di udara. Artinya, seseorang yang ingin melihat gambar burung kolibri raksasa di Nazca, mesti memiliki pesawat terbang atau setidaknya benda yang bisa melayang di langit beberapa saat. Karena orang-orang dari peradaban masa lalu belum menemukan pesawat, alienlah yang paling mungkin mencorat-coret padang pasir Nazca.
Sebagai gagasan pengimbang hipotesis Erich von Daniken, ada pula pendapat yang menyatakan bahwa garis Nazca tersebut adalah buatan penduduk lokal pada masanya. Tujuan membuat gambar-gambar raksasa tersebut semata-mata demi menarik perhatian dewa agar menurunkan hujan ke wilayah tersebut. Lagipula, gambar ukuran raksasa tadi tidak hanya bisa dilihat dari angkasa. Terdapat beberapa perbukitan yang memungkinkan seseorang melihat gambar ukuran raksasa tadi sekaligus menyusun rancangan bentuknya.

Pesawat Wimana dari India?

wimana
Pesawat Wimana dari India?
Berkaitan dengan garis Nazca, konon dalam teks-teks lama India, terdapat penjelasan mengenai bentuk pesawat wimana (dalam google, kita akan lebih mudah menggunakan kata vimana). Bahkan, dengan pembacaan tertentu, ada beberapa sempalan kisah dalam Mahabarata dan Ramayana, salah satu epik terbesar di dunia, yang menceritakan detail bagaimana peradaban masa lalu menerjemahkan pemahaman mereka tentang wimana yang mungkin saja lebih canggih daripada pesawat buatan manusia pada masa modern. Satu hal yang paling menarik, wimana dikendalikan dengan kekuatan hati dan pikiran; bukan semata kemampuan fisik.

Mahabarata Adalah Perang Nuklir?

Mahabarata Adalah Perang Nuklir?
Mahabarata Adalah Perang Nuklir?
Jika kita mempelajari Mahabarata dan Ramayana lebih jauh dari sudut pandang pseudosains, hal-hal yang lebih seru bahkan bukan tidak mungkin terkuak. Misalnya, konon Bharatayudha (perang keluarga Barata) dalam Mahabarata sebenarnya merupakan perang nuklir. Senjata yang dimiliki para pahlawan Pandawa, seperti panah-panah Arjuna yang beragam nama dan kemampuannya, bisa diterjemahkan sebagai senjata ultramodern.
Menariknya pula, dari teks yang sama, kita bisa menarik kesimpulan yang sama sekali berbeda. Bharatayudha bisa dipahami sebagai pertempuran ruh dan jiwa yang tidak pernah selesai selama manusia masih terjebak dalam tubuh fisik. Pandawa, yang merepresentasikan ruh mulia, senantiasa berusaha menaklukkan keinginan-keinginan liar dari jiwa yang tak terkendali, yang ditampilkan oleh sosok para Kurawa.
Dengan melihat perbandingan-perbandingan di atas, tanpa berusaha memutuskan mana pendapat yang lebih benar, ada satu hal yang bisa dipelajari. Ternyata, tidak semua hal bisa diterjemahkan dengan akal yang sudah terkonsep oleh pikiran modern. Memang, mungkin saja garis Nazca dibuat oleh alien karena mungkin hanya pesawatlah yang bisa membuat seseorang melihat gambar-gambar raksasa tersebut. Mungkin pula Bharatayudha adalah perang nuklir. Namun, gagasan-gagasan ini mungkin pula terlahir dari pikiran yang terbatasi konsep kekinian. Bahwa, sekarang ada alat bernama pesawat yang memungkinan seseorang melihat dari ketinggian yang sangat jauh. Bahwa, ide perang nuklir tersebut lahir ketika kita sudah mengenal berbagai perang modern.
Memang, mungkin kisah-kisah ini hanyalah penjelasan tentang pemahaman esoteris manusia pada masa lalu; yang mengenal Tuhan dalam keadaan yang berbeda dengan keadaan kita yang sekarang. Interpretasi apa pun terhadap hal-hal di atas, selamanya tetap saja interpretasi. Tinggal bagaimana seseorang memilih mana yang lebih “nyambung” dengan pola pikirnya.
sumber: http://jadiberita.com

Minggu, 03 Juli 2011

Melihat Keunikan Danau Aspal di Trinidad

Danau Pitch pertama kali ditemukan oleh Sir Walter Raleigh melalui La Brea di Trinidad barat daya. Danau Pitch adalah salah satu dari beberapa danau aspal alam di dunia.

Sejak penemuannya pada 1595, beberapa penyelidikan dan penelitian telah dilakukan untuk menentukan komposisi kimia dan penggunaan zat yang ada ditemukan di danau.




Danau yang penuh pesona ini memiliki ukuran 40 ha dan 75 meter. Danau dimanfaatkan sebagai kegiatan tambang aspal. Aspal diproduksi dalam jumlah besar dan digunakan dalam pasokan konstruksi jalan.





Karena tekanan yang besar dan deposit yang mendalam menekan ke atas, elemen ringan menguap sehingga meninggalkan endapan aspal alam.

Hal ini dapat terdegradasi oleh bakteri untuk membentuk minyak bumi. Ada berbagai legenda dikaitkan dengan danau ini. Penduduk lokal Chaima India percaya bahwa itu adalah murka Tuhan mereka.




Berbagai teori dan postulasi telah diusulkan untuk menjelaskan pembentukan Danau Pitch dengan sumber daya yang kaya aspal. Menurut salah satu teori tersebut, danau diproduksi sebagai hasil dari dua kesalahan, berkaitan dengan subduksi pelat Karibia dari busur Barbados.


Setiap tahun banyak orang dari segala bidang di dunia ini menyempatkan untuk datang melihat dan mengagumi danau Pitch dengan karunia alam ini.

Sumber :
keajaibanalam.co.tv

Eksotis, Mengunjungi Keindahan 'Pintu Langit' Maha Karya Alam

Banyak dari kita yang belum mengenal Kota Zhanjiajie, Provinsi Hunan, Cina. Ternyata di kota ini menyimpan suatu panorama alam yang sangat menakjubkan yang bernama 'Heaven Door' atau bisa disebut sebagai 'Pintu Langit'.


http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-a.jpg

Objek wisata ini merupakan sebuah lubang raksasa di atas puncak pegunungan Tianmen. Kawasan yang dibuka pada tahun 2001 ini, kini mulai dibuka untuk wisatawan asing, khususnya untuk Asia termasuk di dalamnya Indonesia.

Untuk menuju lokasi tersebut dapat menggunakan kereta gantung dengan rel menanjak sejauh 7,3 kilometer yang ditempuh sekitar setengah jam perjalanan.

Pintu Langit yang berupa sebuah lubang lonjong mengarah ke atas, dengan ukuran tinggi 131,5 meter, lebar 57 meter dan kedalaman mencapai 60 meter. Mulut pintu ini menembus puncak gunung, sehingga nampak seperti lubang raksasa yang indah.

http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-b-608x748.jpg

Di perjalanan para wisatawan akan melewati deretan pegunungan yang bersalju pada musim dingin namun sebelumnya, akan melewati perkampungan penduduk dengan hamparan sawah dan kebun yang begitu luas.

http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-e-608x429.jpg


http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-f-608x429.jpg


http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-g-608x748.jpg


http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-h-608x748.jpg


http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-i-608x429.jpg

Lubang Pintu Langit itu juga bisa dicapai dengan berjalan kaki menapaki puluhan ribu anak tangga di lereng-lereng pegunungan yang cadas. Selain itu, saat ini juga sudah selesai dibangun ruas jalan raya baru yang langsung mendekati puncak. Karena melintasi pegunungan, jalan baru itu penuh dengan kondisi belokan tajam di sisi jurang terjal.

http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-c-608x748.jpg

Karena itu khususnya pada musim dingin jalan tersebut terlarang untuk dilewati mobil menuju Pintu Langit, karena kondisi ruas jalan yang sudah pasti tertutupi salju sehingga menjadi sangat licin yang dapat berakibat kecelakaan sangat fatal.

Pada saat musim dingin lebih dianjurkan, para wisatawan menuju lokasi itu dengan menggunakan kereta gantung yang sekali jalan bisa memuat hingga 20 orang per unit kereta. Kereta gantung itu akan melalui rute melewati pemandangan yang indah dan mempesona sepanjang perjalanan yang bergelantungan di tali rel sepanjang 7,3 kilometer.

http://triptourism.com/images//2011/04/Heavens-Door-Tours-In-Mountains-Tianmen-d-608x429.jpg

Kunjungan wisatawan asing terbesar ke objek wisata itu adalah dari Korea, sedangkan total wisatawan mancanegara mencapai 800 ribu orang per tahun.

Pemerintah Provinsi Hunan sebagai pengelola tempat tersebut terus mempromosikan objek wisata baru itu ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia dengan mengundang langsung para pimpinan biro perjalanan wisata untuk datang mengunjungi kawasan tersebut.

Sumber :
yafi20.blogspot.com / triptourism.com

Danau Labuan Cermin, Tawar Dipermukaan dan Asin di Bagian Dasarnya

Jauh di pedalaman Kalimantan Timur sana, terbentanglah Danau Labuan Cermin. Danau bening ini istimewa karena memiliki diisi oleh 2 organisme dari dunia yang berbeda. Danau ini memiliki aliran air asin yang hanya ada di bagian bawah danau dan tawar di permukannya.



Labuan Cermin terletak di Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan Timur. Jika dilihat di peta, letaknya tepat di punggung hidung Kalimantan. Tempat ini bisa ditempuh dalam tiga jam perjalanan laut dari Derawan.

Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar seperti danau pada umumnya. Namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan serupa awan.

Belum ada yang melakukan penelitian di daerah ini sehingga terbentuknya fenomena ini masih menjadi misteri.

Lapisan keruh berwarna putih itu diduga hasil pembusukan organisme dasar labuhan yang terperangkap dan tak bisa pergi. Dua jenis air di danau ini juga menghadirkan organisme dari dua dunia. Ikan air tawar hidup di permukaan, sedangkan ikan air laut bisa ditemukan di dasar danau.


Air asinnya bisa dijumpai pada kedalaman sekitar 2 meter dari permukaan danau. Rupanya ketebalan lapisan air tawar dan air asin bisa berubah sesuai dengan pasang-surut air laut.

Danau mungil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Tak mengherankan jika danau ini diberi nama Labuan Cermin, airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orang yang tak bisa berenang.


Untuk menuju tempat ini pengunjung harus menumpang sampan nelayan dan melewati perjalanan selama 15 menit, menembus semak bakau dan hutan. Hutan itu masih dihuni aneka binatang liar seperti monyet, bekantan, berang-berang dan beruang madu.

Karena jaraknya cukup jauh dari kota, jarang atau hampir tidak ada turis yang berkunjung ke sini. Tempat ini hanya dikenal oleh orang-orang lokal dari sekitar daerah itu. Fasilitas dan prasarana pun masih seadanya.

Tempat bermalamnya adalah sebuah Pusat Informasi Nelayan (PIN) binaan The Nature Conservancy, lembaga pegiat pelestarian lingkungan.

PIN berbentuk rumah panggung di tepi muara sebuah sungai, hanya beberapa ratus meter dari laut. Rumah itu punya semacam dermaga kecil tempat menambatkan perahu.

Sungai di depan PIN berair payau. Kadar keasinannya tergantung pada pasang-surut air laut. Ketika laut surut, sungai berubah menjadi sangat jernih sehingga dasarnya dapat dilihat dengan jelas.


Dari beranda kita bisa melihat ikan berseliweran. Ada ikan yang banyak durinya, ada ikan yang menyengat dan ikan yang bertubuh pipih panjang.

Tak hanya dikunjungi oleh para nelayan, PIN juga menjadi tempat berkumpul anak-anak nelayan yang hendak menonton film tentang kehidupan laut atau membaca koleksi perpustakaan.

Sumber :
id.travel.yahoo.com / lorongdunia.blogspot.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo